Navigation: 🏠 Index | πŸ“– About

You are here: Wilayah Kalimantan


4.5 Wilayah Kalimantan

Isu dan Potensi Wilayah Kalimantan

Isu Wilayah

  • Masih besarnya ketergantungan perekonomian daerah pada sektor hulu disertai lambatnya proses hilirisasi dan diversifikasi industri pengolahan berbasis sumber daya alam karena minimnya penciptaan lingkungan usaha industri yang kondusif, kurangnya dukungan insentif fiskal, dan rendahnya penguasaan teknologi, serta keterbatasan pasokan energi, air, dan pangan.

  • Masih kurangnya pusat-pusat pertumbuhan baru di Pulau Kalimantan sebagai penggerak utama perekonomian wilayah serta belum meratanya pembangunan infrastruktur dan konektivitas pendukungnya.

  • Masih minimnya ketersediaan sarana dan prasarana layanan dasar yang memenuhi standar pelayanan minimum (SPM).

  • Masih tingginya tingkat kemiskinan dan kesenjangan di kawasan perdesaan, transmigrasi, dan perbatasan negara.

  • Masih minimnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan disertai kondisi geografis hutan dan rawa menyebabkan masih tingginya kasus penyakit menular tropis seperti malaria (tertinggi di Kalimantan Timur).

  • Masih minimnya akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan serta sarana pengembangan talenta tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga menyebabkan rendahnya daya saing dan kualitas sumber daya manusia.

  • Tingginya konversi hutan menjadi lahan tidak produktif dapat mengancam kerusakan ekosistem alami seperti hutan hujan tropis Kalimantan, flora dan fauna endemik seperti orangutan dan bekantan serta warisan geologi dan keanekaragaman geologi lainnya.

Potensi Wilayah

  • Masih memiliki ketersediaan sumber daya alam yang melimpah dengan potensi pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan industri dan smelter, serta menciptakan sektor-sektor ekonomi baru yang berkelanjutan (transformasi ekonomi hijau).

  • Termasuk salah satu produsen terbesar di Indonesia pada komoditas rumput laut di Kalimantan Utara dan komoditas udang di Kalimantan Timur.

  • Kondisi geografis terletak di garis khatulistiwa dan dekat wilayah cincin api (ring of fire) dengan bentang alam yang didominasi sungai-sungai sehingga berpotensi menjadi pusat pengembangan energi baru terbarukan seperti energi panas bumi dan bayu, serta energi listrik tenaga surya dan air.

  • Terdapat potensi energi terbarukan mencapai 517,48 GW, meliputi energi surya (430,1 GWp), hidro (48,5 GW), panas bumi (0,18 GW), bioenergi (12,7 GW), bayu (25,99 GW), dan arus laut (0,01 GW).

  • Terdapat potensi cadangan minyak bumi: 263,06 MMSTB dan potensi cadangan gas bumi: 5.730,4 TSCF.

  • Memiliki risiko bencana yang rendah sehingga relatif lebih aman untuk membangun dan mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru, seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kawasan perkotaan, serta kawasan ekonomi, industri, pariwisata, maupun sektor strategis lainnya.

  • Terhubung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan ALKI II sebagai potensi untuk pengembangan sistem jaringan sarana prasarana transportasi berbasis laut dan kemudahan akses dalam sistem pelayaran dan perdagangan yang dapat mendukung peran Kalimantan sebagai gerbang logistik (Kalimantan Selatan).

  • Melimpahnya sumber daya alam di sektor primer menunjukkan potensi adanya sumber daya manusia yang sudah terbiasa beradaptasi dengan kondisi alam. Potensi ini dapat dikembangkan dengan memunculkan talenta tenaga kerja baru yang tidak hanya mendukung kebutuhan industri, tetapi juga tetap mengedepankan teknik kearifan lokal yang ramah lingkungan.

  • Adanya keanekaragaman hayati yang luar biasa dan ekosistem yang kaya di Kalimantan juga lokasi yang sangat potensial untuk dapat dimanfaatkan sebagai ekowisata dan pengembangan pusat penelitian berbasis alam.

  • Masih didominasi oleh rawa dan sungai sehingga terdapat potensi pengembangan moda angkutan air/sungai sebagai sarana mobilitas masyarakat yang ada di daerah terisolir sebagai upaya dalam mendorong meratanya akses terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan.

  • Memiliki lahan gambut seluas 4,5 juta hektare dan hampir 57 persen wilayah masih tertutupi hutan dalam kawasan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo) yang berfungsi sebagai salah satu dari tiga paru-paru dunia (selain Brazil dan Kongo) sehingga perlu upaya pelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati, warisan geologi dan keanekaragaman geologi, serta kekayaan ekologi menjadi penting untuk menjaga keberadaan hutan Kalimantan.

Sasaran Pembangunan Wilayah Kalimantan

Wilayah Kalimantan diarahkan menjadi β€œSuperhub Ekonomi Nusantara”, untuk itu sasaran pembangunan wilayah Kalimantan dan provinsi-provinsi di dalamnya adalah sebagai berikut.

MetrikTarget 2025-2029Target 2029Target Lainnya
Rata-rata LPE (%)7,38,2-
PDRB per kapita--8,6
Kontribusi PDRB Provinsi (%)--9,0
Tingkat Kemiskinan (%)114,7--
Indeks Modal Manusia4,23–4,584,24–5,24-
Rasio Gini167,5--
TPT (%)3,45–4,252,52–3,52-

Keterangan: Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Kalimantan

ProvinsiRata-rata LPE (%)LPE (%)PDRB per kapita (Rp. Juta)Kontribusi PDRB Provinsi (%)Tingkat Kemiskinan (%)
2025-20292029202520292025
Kalimantan Barat6,97,955,581,21,3
Kalimantan Tengah85,3124,01,01,0-
Kalimantan Selatan7,18,172,7106,31,3
Kalimantan Timur7,88,6237,1326,94,2
Kalimantan Utara6,27,0227,1323,30,7
ProvinsiRasio GiniIndeks Modal ManusiaPenurunan Intensitas Emisi GRK (%)IKLH DaerahTPT (%)
20252029202520292025
Kalimantan Barat0,315–0,3210,271–0,2750,510,5467,73
Kalimantan Tengah0,311–0,3150,242–0,2460,550,5876,00
Kalimantan Selatan0,307–0,3110,274–0,2780,570,6175,97
Kalimantan Timur0,310–0,3210,309–0,3130,590,6240,82
Kalimantan Utara0,2630,257–0,2610,560,5955,77

Arah Pembangunan Wilayah Kalimantan

Alur Pikir Pembangunan Wilayah Kalimantan dalam Mencapai Visi Presiden 2029

Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen

Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM

Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Kalimantan