Navigation: 🏠 Index | πŸ“– About

You are here: Wilayah Sulawesi


4.6 Wilayah Sulawesi

Isu dan Potensi Wilayah Sulawesi

Isu Wilayah

  • Nilai tambah dari produktivitas sektor primer masih rendah seperti sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata yang menghadapi daya saing rendah serta sektor pertambangan dan industri pengolahan tumbuh pesat belum dapat memberikan dampak yang optimal terhadap kesejahteraan dan penyerapan tenaga kerja.

  • Pusat-pusat pertumbuhan seperti Wilayah Metropolitan (WM), Kawasan Industri (KI), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Kawasan Destinasi Pariwisata (DPP) belum dapat memberikan dampak optimal dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan terjadi kesenjangan ekonomi antara wilayah kepulauan dengan daratan.

  • Masih kurang memadainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) di kawasan perkotaan dan belum meratanya konektivitas serta sarana dan prasarana antardaerah sehingga menyebabkan ketimpangan wilayah sementara kawasan perdesaan dan afirmasi belum dapat dioptimalkan sebagai penyangga ekonomi.

  • Tingkat kemiskinan yang masih tinggi disebabkan oleh struktur tenaga kerja yang didominasi oleh sektor pertanian.

  • Masih rendahnya akses fasilitas dan mutu pendidikan menyebabkan belum optimalnya produktivitas dan daya saing tenaga kerja karena ketidaksesuaian antara keahlian dan kebutuhan lapangan kerja. Terdapat TPT yang masih rendah dari rata-rata nasional (Sulawesi Barat).

  • Masih rendahnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Sulawesi menjadi salah satu penyebab tingkat kesehatan masyarakat masih di bawah rata-rata nasional yang ditandai dengan rendahnya usia harapan hidup (UHH). Selain itu, kasus schistosomiasis masih ditemukan di Sulawesi Tengah sedangkan prevalensi stunting tinggi (Sulawesi Barat) juga masih lebih tinggi dari rata-rata nasional.

  • Tingginya laju deforestasi yang berdampak pada meningkatnya ancaman kepunahan dan kehilangan jasa ekosistem esensial terutama di wilayah pesisir dan kepulauan.

  • Masih adanya risiko bencana yang cukup tinggi terutama terkait bencana hidrometeorologi dan geologi, antara lain gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, kekeringan, banjir, longsor, dan likuefaksi (Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan).

Potensi Wilayah

  • Adanya komoditas dan sektor potensial bernilai tambah untuk mendukung arah pengembangan Wilayah Sulawesi di masa mendatang adalah komoditas pertanian, perkebunan (kakao, kelapa, kelapa sawit, cengkeh, dan pala), perikanan tangkap (tuna, cakalang, kerapu, selar, teri), industri logam dasar (nikel, tembaga, dan emas-perak), mineral aspal, serta pariwisata.

  • Potensi nikel dan tembaga di Wilayah Sulawesi dapat mendukung pengembangan dan implementasi EBT dan potensi ekspor. Hal ini didukung dengan adanya kawasan industri dan tambang yang berada di Konawe, Morowali, dan Luwu Timur serta IUP lain yang akan ekspansi dan berkembang di wilayah Sulawesi ke depan, serta sumberdaya nikel yang masih belum dieksplorasi.

  • Potensi energi terbarukan mencapai 259,68 GW, meliputi energi surya (223,1 GWp), hidro (3,1 GW), panas bumi (2,99 GW), bioenergi (3,5 GW), bayu (14,85 GW), dan arus laut (12,1 GW).

  • Memiliki Cadangan Minyak Bumi: 63,83 MMSTB dan Cadangan Gas Bumi: 5.250 TSCF.

  • Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan membuka peluang besar bagi Wilayah Sulawesi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi sebagai daerah penyangga. Dengan posisinya yang strategis, Sulawesi dapat berperan penting dalam menyuplai kebutuhan logistik, bahan pangan, dan tenaga kerja untuk mendukung pembangunan IKN.

  • Posisi geografis Wilayah Sulawesi yang strategis, terletak di antara Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III, memberikan potensi besar untuk mendukung perannya sebagai hub dan pintu gerbang internasional Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dengan akses yang menghubungkan rute perdagangan global, wilayah ini memiliki peluang untuk meningkatkan konektivitas maritim, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan mengembangkan industri logistik serta pariwisata. Selain itu, terdapat pula Sulawesi Utara juga berperan sebagai Gerbang Perdagangan Asia Timur dan Pasifik.

  • Pengembangan Sekolah Unggul di Sulawesi (Sulawesi Utara) yang didorong dalam rangka meningkatkan pemerataan keunggulan siswa dan katalisator untuk mendorong peningkatan prestasi siswa yang memberikan keberpihakan pada wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

  • Wilayah Sulawesi terdiri dari Kawasan Pesisir dan Kepulauan di mana merupakan tempat tinggal bagi banyak masyarakat adat dan nelayan tradisional yang memiliki aktivitas ekonomi berbasis alam, seperti ekowisata dan produk perikanan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal secara langsung.

Sasaran Pembangunan Wilayah Sulawesi

Wilayah Sulawesi diarahkan menjadi β€œPenunjang Superhub Ekonomi Nusantara dan Industri Berbasis SDA”, untuk itu sasaran pembangunan Wilayah Sulawesi dan provinsi-provinsi di dalamnya adalah sebagai berikut.

Indikator Makro Wilayah Sulawesi:

Indikator20252029Target
Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)-8,6 (Rata-rata 2025–2029)9,9 (2029)
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)7,37,8-
Target Lainnya83,13,32–3,758,34–9,34
Indikator 2128,52,86–3,474,63–5,63

Keterangan: LPE = Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB = Produk Domestik Regional Bruto; TPT = Tingkat Pengangguran Terbuka

Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Sulawesi

ProvinsiLPE (%) 2025–2029LPE (%) 2029PDRB per kapita (Rp. Juta) 2025PDRB per kapita (Rp. Juta) 2029Kontribusi PDRB Provinsi (%) 2025Kontribusi PDRB Provinsi (%) 2029
Sulawesi Utara7,48,574,4109,20,80,8
Sulawesi Tengah12,914,2141,8258,71,92,4
Sulawesi Selatan7,28,27,99,180,173,1
Sulawesi Tenggara117,1106,43,23,20,90,9
Gorontalo5,86,747,665,20,20,2
Sulawesi Barat5,56,343,858,70,30,3

Tingkat Kemiskinan (%):

Provinsi20252029
Sulawesi Utara5,59–6,192,30–3,30
Sulawesi Tengah11,06–11,566,20–7,20
Sulawesi Selatan7,30–7,893,49–4,49
Sulawesi Tenggara10,04–10,546,60–7,60
Gorontalo14,21–14,509,50–10,50
Sulawesi Barat9,00–9,734,97–5,97

Rasio Gini:

Provinsi20252029
Sulawesi Utara0,339–0,3520,332–0,336
Sulawesi Tengah0,298–0,3020,280–0,284
Sulawesi Selatan0,371–0,3760,320–0,324
Sulawesi Tenggara0,365–0,3710,343–0,347
Gorontalo0,394–0,4000,384–0,393
Sulawesi Barat0,345–0,3490,332–0,336

Indeks Modal Manusia:

Provinsi20252029
Sulawesi Utara0,520,55
Sulawesi Tengah0,510,55
Sulawesi Selatan0,530,56
Sulawesi Tenggara0,530,56
Gorontalo0,500,54
Sulawesi Barat0,510,54

Penurunan Intensitas Emisi GRK (%):

Provinsi20252029
Sulawesi Utara54,9077,96
Sulawesi Tengah37,0028,93
Sulawesi Selatan59,9861,65
Sulawesi Tenggara68,6585,77
Gorontalo52,0555,12
Sulawesi Barat81,4476,22

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Daerah:

Provinsi20252029
Sulawesi Utara78,7179,39
Sulawesi Tengah81,7582,60
Sulawesi Selatan77,6078,44
Sulawesi Tenggara82,3983,06
Gorontalo81,4882,15
Sulawesi Barat84,8285,32

TPT (%):

Provinsi20252029
Sulawesi Utara5,01–5,564,66–5,14
Sulawesi Tengah2,25–2,942,09–2,72
Sulawesi Selatan3,80–4,103,18–3,83
Sulawesi Tenggara2,54–3,042,32–2,80
Gorontalo2,87–3,082,00–2,74
Sulawesi Barat1,41–2,001,07–1,76

Arah Pembangunan Wilayah Sulawesi

Alur Pikir Pembangunan Wilayah Sulawesi dalam Mencapai Visi Presiden 2029

Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen

Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM

Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Sulawesi